Tampilkan postingan dengan label Seputar Internet Dan Blogger. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Internet Dan Blogger. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Mei 2010

Yahoo Messenger


Belajar chatt menggunakan YM dan mencari Teman di YM
Aplikasi Yahoo Messenger atau yang akrab disebut YM adalah aplikasi chatting yang mudah digunakan. Namun keunggulan YM ini sudah tidak diragukan. Berikut saya berikan Tips Chatting Menggunakan YM yang mungkin belum banyak diketahui.
Saat menjalankan aplikasi ini dan sudah  membuka jendela chat:













1/3 Penduduk Eropa Tak Kenal Internet

internet

Studi menunjukkan, teknologi menyebar cepat di Eropa. Tetapi tidak untuk kalangan tertentu saja.
Hampir setengah penduduk Eropa menggunakan internet setiap hari. Namun sepertiga dari penduduk mereka belum pernah mengakses internet sama sekali. Fakta tersebut terungkap dari penelitian yang dilakukan Komisi Uni Eropa yang menggali lanskap digital di Eropa dalam lima tahun terakhir.

Warga miskin yang tak punya rumah pun ngeblog

Skip Schreiber online dalam mobil van merangkap rumahnya di Distrik San Franciscos Bayview. Foto: Brian L Frank/Wall Street Journal
Skip Schreiber online dalam mobil van merangkap rumahnya di Distrik San Francisco's Bayview. Foto: Brian L Frank/Wall Street Journal

“Anda tidak butuh TV, tidak perlu radio, bahkan koran pun tidak,” kata Pitts, warga miskin USA yang tak punya rumah. “Anda cuma perlu akses Internet.”
Blog Berita menemukan dua liputan yang sangat menarik di koran The Wall Street Journal dan majalah Wired. Bagus sekali topik artikelnya: Tentang warga miskin Amerika Serikat yang aktif berinteraksi lewat situs sosial, forum, dan weblog di Internet.
Charles Pitts, 37 tahun, adalah warga San Francisco yang sudah dua tahun hidup sebagai gelandangan yang tak punya rumah. Tapi dia aktif mengakses Internet. Dia punya akun Facebook, MySpace, dan Twitter. Bahkan dia mengelola sebuah forum di Yahoo. Dia juga aktif membaca berita di situs media dan berkirim surat dengan teman-temannya lewat email. Menariknya ialah, dia menjalankan kehidupan digitalnya ini dari kolong sebuah jembatan tempat di mana dia tinggal bersama warga miskin lainnya. Begitu antara lain dikutip Blog Berita dari artikel The Wall Street Journal bertajuk “Di jalanan maupun di Facebook, sesama gelandangan tetap terhubung”.

Di Washington Gelandangan Berponsel & Ngeblog

Jika di Indonesia gelandangan identik dengan baju kumal dan kotor, bau yang menyengat serta ke gaptekan akan teknologi, lain halnya dengan gelandangan di Washington ibu kota Amerika Serikat. Kaum tunawisma disana mengalami apa yang juga dialami mereka yang tergolong hidup mapan. Yaitu sama-sama terseret arus kemajuan teknologi.

Dilansir oleh Washington Post, kini banyak gelandangan yang memiliki ketergantungan dengan ponsel alias telepon seluler. Contohnya Nokia 6085 GoPhones yang dilengkapi dengan bluetooth dan USB, bagi gelandangan diwashington, itu sama sekali bukan kemewahan.
Rommel McBride, 50, yang sudah enam tahun menggelandang di jalanan Washington mengatakan: “Ponsel itu sudah jadi kebutuhan. Jika Anda hidup di jalanan, ponsel adalah satu-satunya medium untuk bisa mengecek apakah kupon makanan (gratis) masih ada, aplikasi rumah disetujui atau tidak, atau juga apakah lamaran pekerjaan sudah diterima. Lewat ponsel-lah, mereka yang hidup di jalan bisa berkomunikasi dengan dunia.”
Wakil direktur program untuk pelayanan masyarakat Washington, menyatakan terkejut saat beberapa gelandangan memberinya nomor ponsel dan alamat e-mail. Beberapa gelandangan yang ada di bawah pengawasan Miriam’s Kitchen juga menggunakan kamera ponsel untuk memotret ibu negara Mihelle Obama saat menjamu mereka makan siang.
Masihkah Anda menyombongkan diri dengan handphone Anda?